Selasa, 18 Januari 2011

kamus data

Kamus Data


Kamus data (data dictionary) adalah suatu penjelasan tertulis mengenai data yang berada di dalam database.
Kamus data pertama berbasis dokumen - kamus data itu tersimpan dalam bentuk hard copy dengan mencatat semua penjelasan data dalam bentuk tercetak. Walau sejumlah kamus berbasis dokumen masih ada, praktek yang  umum sekarang adalah menggunakan kamus data berbasis komputer. Pada kamus data berbasis komputer penjelasan data dimasukkan ke dalam komputer dengan menggunakan data description language (DDL) dari sistem manajemen database,sistem kamus, atau peralatan CASE.                                                                                   .
Dengan menggunakan KD analis system dapat  mendefinisikan data yang mengalir di system dengan lengkap.
KD di buat pada tahap analisis system dan digunakan baik pada tahap analisis maupun pada tahap perancangan system.
Pada tahap analisis, KD digunakan sebagai alat komunikasi antara analisis system dengan pemakai system tentang data yang mengalir di system, yaitu tentang data yang masuk ke system dan tentang informasi yang dibutuhkan oleh pemakai system.
Pada tahap perancangan sistem, KD digunakan untuk merancang input, merancang laporan-laporan dan database.
KD dibuat berdasarkan arus data yang ada di DFD.
Gambar berikut ini menunjukkan hubungan antara DFD dengan KD 

                   
Bentuk-bentuk Kamus Data

Sistem yang disajikan di sini terdiri dari satu set empat bentuk kamus yang menje­laskan isi database secara hirarkis seperti tampak dalam Gambar 1. Set bentuk-bentuk ini disesuaikan untuk melengkapi model proses yang menggunakan diagram arus data. Bentuk-bentuk tersebut memungkinkan kamus data memberikan dokumentasi lengkap mulai dari tingkat ringkas dalam hal arus data sampai ke penjelasan rinci untuk tiap elemen data. Kamus data karenanya merupakan peralatan terstruktur top-down. .

Gambar 1. Hirarki dari Formulir Kamus Data
Gambar 2. Entry Kamus Arus Data
DATABASE

Manajemen informasi dan data

Sebagai seluruh usaha dalam perusahaan untuk menciptakan dan memelihara sumber informasi. Manajemen data merupakan subset manajemen informasi, mencakup semua aktivitas yang dilakukan untuk memastikan keakuratan dan ke up to date-an sumber data perusahaan.

Aktivitas manajemen data mencakup:

* Pengumpulan data
* Verifikasi
* Penyimpanan
* Pengamanan
* Pengorganisasian
* pemanggilan

Penyimpanan sekunder

Penyimpanan berurutan (sequential) adalah media penyimpanan untuk mengisikan catatan yang diatur dalam susunan tertentu. Mekanisme yang digunakan untuk membaca dan menulis hanya dapat mengakses catatan berikutnya. File kartu berlubang dan file tape magnetis yang digunakan oleh computer awal bersifat sequential (berurutan). Karena file kartu berlubang secara praktis tidak digunakan lagi, maka tape magnetis menjadi satu-satunya media penyimpanan yang banyak digunakan sekarang ini. Dan ia harus digunakan untuk penyimpanan sequential.

Record tape magnetis semua elemen data yang merupakan record direkam atau dicatat secara bergantian sepanjang luas tape. Nama field digunakan untuk menerangkan ruang dalam record tempat elemen data disimpan.

Penggunaa tape magnetis memberikan semua penyimpanan sekunder dalam konfigurasi computer awal. Namun sekarang, fungsinya telah dilakukan oleh disk magnetis. Sekarang, tape magnetis lebih tepat digunakan sebagai media penyimpanan historis.

Penyimpanan akses langsung jenis utama lain dari penyimpanan sekunder adalah akses langsung. Peralatan penyimpanan akses langsung yang disebut DASD, memungkinkan mekanisme baca/tulis dapat diarahkan ke record tertentu tanpa pencarian secara urut. Disk ini terbuat dari metal atau logam yang dilapisi dengan bahaan perekam yang digunakan pada tape magnetis.

Disket magnetis DADS dari micrometer sering kali terdiri atas satu atau dua disket drive yang memproses data yang terekam pada disket atau floppy plastic kecil. Bila kapasitas online tambahan diperlukan, hardisk dapat digunakan. Hardisk terbuat dari logam dan dapat menyimpan 20 megabyte atau lebih. Megabyte (Mb) adalah sejuta byte.

Penggunaan DASD sebagai media file master secara sempurna. File tersebut dapat diperbaharui selagi transaksi terjadi, dengan memberikan record aktivitas perusahaan pada saat itu. Kekurangan trail audit otomatis yang dilakukan oleh file master lama akan menyebabkan pemakai DASD untuk secara berkala mengkopi file DASD ke dalam tape magnetis. Hal ini disebut dumping the file. Tape berfungsi sebagai backup. Jika file master menjadi tak dapat digunakan lagi karena alasan tertentu, ia dapat disusun kembali dengan memproses kembali file audit menuju backup.

Era sebelum database

Selama setengah abad yang pertama, selagi perusahaan memproses datanya, secara manual dan dengan mesin keydriven serta mesin kartu berlubang, data dikelola satu persatu. Sementara tiap system pemrosesan dirancang, file data input yang dibutuhkan oleh system tersebut diciptakan dengan tidak memikirkan sejauh mana file tersebut akan berakibat terhadap system yang lain. Hasilnya adalah duplikais data atau redunansi (kelebihan data). Tiap aplikasi dengan datanya dianggap sebagai entity terpisah, tanpa ada rencana data secara menyeluruh. Kondisi ini merupakan sifat dari era data sebelum database.


Permulaan era database

Hambatan dapat dihilangkan dengan cara menyusun data secara fisik dalam penyimpanan sekunder. Spesialis informasi mencari cara untuk mengatasi masalah organisasi fisik ini, dan uashanya membuahkan hasil yang dikenal dengan organisasi logic. Organisasi logic memadukan data dari berbagai lokasi fisik yang berlainan. Ia adalah cara pemakai melihat data. Organisasi fisik sebaliknya, cara computer melihat data sebagai file yang terpisah. Beberapa teknik telah dikembangkan untuk mencapai perpaduan data logic dalam file tunggal, dan juga perpaduan logic antara beberapa file.


Konsep database

Database adalah kumpulan data computer terpadu yang disusun dan disimpan dalam suatu cara sehingga ia mudah dipanggil. Perpaduan record logic secara dalam beberapa file ini disebut konsep file. Bila perusahaan menerapkan konsep database, maka hiraki datanya menjadi:

* Database
* File
* Record
* Elemen data

File terpisah masih ada, dan mereka mewakili komponen utama dari database. Namun demikian, organisasi fisik dari data tersebut tidak menghambat pemakai. Ada cara untuk memadukan isi file yang mempunyai hubungan logic.

Sofrtware database

Software yang membentuk dan memelihara perpaduan logic antara file, apakah berupa eksplisit ataupun implicit, disebut system manajemen database atau DBMS. IDS dari GE adalah contoh pertama dari DBMS ini, dan kemudian usaha dari GE ini diikuti dari perusahaan besar, seperti IBM dan North American Aviation.


Menciptakan database

Langkah pertama dalam penciptaan database adalah menentukkan data yang akan dimasukkan. Prosesnya dimulai dengan pendefinisian masalah yang akan dipecahkan., diikuti oleh penentuan keputusan yang diperlukan untuk memecahkan masalah, diikuti oleh spesifiksi informasi yang diperlukan untuk membuat keputusan, dan yang terakhir, definisi data yang dipelukan untuk menghasilkan informasi. Definisi ini didokumentasikan dengan kamus data.

Kamus data mendefinisikan tiap elemen data dalam system. Kamus data dapat berupa buku catatan bentuk kertas atau file komputer.

Bila kamus data berupa file computer, kita perlu membuat software dan memelihara serta membuatnya dapat digunakan. Sofrtware seperti itu disebut data dictionary system (system kamus data) atau DDS. DDs dapat berupa terpisah atau modula dalam DBMS.

Bahasa deskripsi data bila kamus telah diciptakan, deskripsinya harus dimasukkan ke dalam DBMS. DBMS menyertakan data description language (bahasa deskripsi data) atau DDL, yang digunakan untuk mendeskripsikan data. Schema (skema) adalah deskripsi logic dari isi database yang digunakan oleh computer. Skema biasanya menentukan:

* Nama elemen data
* Jenis data (menurut nomor, abjad, dan sebagainya)
* Nomor posisi
* Nomor posisi decimal (hanya untuk data yang menurut nomor)

Skema bukanlah data itu sendiri, namun ia adalah deskripsi dari data tersebut. Istilah subscheme (subskema) diperuntukkan bagi subset dari keseluruhan desripsi yang menghubungkan ke pemakai tertentu. Tiap pemakai mempunyai kebutuhan data tersendiri, dan deskripsi dari datanya diwakili oleh satu subskema atau lebih. Bila skema dan subskema sudah diciptakan, maka data dapat disimpan dalam database.



Menggunakan database

Data user (Pemakai database) dapat berupa orang atau program aplikasi. Pemakai biasanya menggunkan database dari terminal dan memanggil data dan informasi dengan menggunakan bahasa query. Istilah query digunakan untuk menjelaskan permintaan informasi dari database. Pemakai query (meminta) database. Bahasa query adalah bahasa khusus dan mudah digunakan, yang memberi kemampuan computer untuk merespon terhadap query database. Respon yang berada pada layar atau dalam bentuk hard copy bias mempunyai penampilan yang sama sebagai laporan.

Jika program aplikasi, seperti program penyajian, memanggil data dari database atau menyimpan data ke dalamnya, maka akan digunakan data manipulation language (bahasa manipulasi data) khusus (DML). Pernyataan DML digabungkan dalam program aplikasi pada point tempat ia dibutuhkan.



Model DBMS

Tiap DBMS melakukan manajemen data dengan caranya sendiri. Sebagai contoh, beberapa diantaranya menggunakan relasi eksplisit, sedangkan sebagian yang lain menggunakan relasi implicit. Beberapa DBMS mainframe menyertaka bahasa query, sedangkan yang lain tidak. Namun demikian, sebuah model dapat digunakan untuk menunjukkan komponen utama yang secara potensial ditawarkan oleh DBMS.

Pemroses untuk bahasa deskripsi data

Data description langage processor (pemrosesan untuk bahasa deskripsi data) mentranformasi kamus data menjadi skema database, DLL, yang telah dijelaskan sebelumnya. Semua DNMS mempunyai DLL.

Pemroses statistic penampilan

Performance statistics processor (pemroses statistic penampilan) memelihara stasitik yang mengidentifikasi data apa yang sedang digunakan, siapa yang menggunakannya, kapan ia menggunakan, dll. CIO dan manajer pada unit pelayanan informasi menunjuk administrator database untuk menggunakan staistik guna memonitor penggunaan database. DBMS yang menggunakan mikrokomputer biasanya tidak menyertakan pemroses stastistik penampilan.

Modul backup/recovery

Modul ini digunakan untuk memperoleh kembali database yang mengalami kerusakan, sehingga dapat digunakan kembali. Transaksi log (Log transaksi) dapat digunakan untuk menyusun kembali database. Komponen ini tidak selalu dijumpai dalam DBMS mikrokomputer.

Database manager

Semua database menyertakan database manager. Sebagai software DBMS yang paling penting, ia menjalankan request data dari pemakai. Bahasa query dan DML adalah bagian dari database manager.

Database manager juga menghasilkan statistic penampilan yang diproses oleh pemroses statistic penampilan, dan menghasilkan log transaksi yang diproses oleh modul backup/recovery.

Database manager adalah satu-satunya komponen yang merupakan main memory resident. Sedangkan komponen yang lain merupakan transient routine.

Administrator database

Ada dua area spesialisasi tambahan, yaitu database dan komunikasi data. Dalam perusahaan yang besar, kedua area terdiri dari beberapa personel yang dibawahi oleh manajer. Manajer dari staff database tersebut disebut administatror database(DBA). Pada perusahaan yang kecil, tugas DBA dilakukan oleh personel part-timer dari seseorang dalam pelayanan informasi. Tugas DBA dapat dibagi menjadi 4 area utama, yaitu perencanaan, implementasi, operasi, dan pengontrolan.

Perencanaan melibatkan kerja sama dengan pemakai untuk menentukan subskemanya. Lebih dari itu, DBA memainkan peranan pokok dalam penyeleksian DBMS. DBA mengevaluasi, berbagai macam DBMS di pasaran dan menganjurkan memakai salah satu darinya kepada CIO, yang selanjutnya CIO mengusulkannya ke manajemen puncak. Manajemen puncak memutuskan apkah menrima atau menolak usulan tersebut.

Implementasi meliputi penciptaan database yang sesuai dengan DBMS yang terpilih, dan juga menetapkan dan melakukan kebijaksanaan dan prosedur untuk penggunaan database.

Operasi mencakup penawaran program pendidikan untuk pemakai database dan memberikan bantuan jika diperlukan. Database adalah spsialis dalam masalah database, dengan mengambil alih tugas analis system dan programmer untuk masalah database.

Pengontrolan meliputi pemonitoran aktivitas database dengan menggunkan statistic yang diberkan oleh DBMS. Lebih dari itu, DBA memastikan bahwa bahwa database dalam keadaan aman.

Contoh DBMS-DB2

DB2 adalah DBMS relasional yang digunakan dengan computer IBM yang besar. Statement dapa dijalankan secara interaktif dari terminal atau pernyataan tersebut dapat digabungkan dalam aplikasi program yang ditulis dalam COBOL, PL/1, FORTRAN, C, atau Assembler.

Dalam database DB2, data secara fisik berujud sebagai file, namun ia dimanipulasi dan ditampilkan kepada pemakai dalam bentuk table. Table diciptakan, diubah, dan dihapus dengan menggunakan DDL DB2.



Keunggulan DBMS

Perusahaan dan pemakai perorangan tertarik dengan DBMS karena ia memberikan kemempuan pada mereka untuk:

* Mengurangi kelebihan data. Jumlah total file dikurangi selagi file duplikat dihapus. Ada juga minimalisasi data biasa yang ada dalam file.
* Memadukan data dari beberapa file. Organisasi atau susunan fisik data tidak lagi menghambat pemakai dalam menerima informasi dari beberapa file.
* Memanggik data dan informasi secara cepat. Baik relasi logic dan DML maupun bahasa query memungkinkan pemakai untuk memangil data dalam beberapa detik atau menit, yang hal ini mungkin dilakukan oleh yang lain dalam waktu beberapa jam atau hari.
* Meningkatkan keamanan. DNMS mainframe menyertakan beberapa tingkat pencegahan untuk keamanan. Ada yang menyamakan hal ini seperti penempatan babarapa pagar yang dihubungkan dengan rantai yang mengelilingi sumberdata. Banyak dari DBMS microcomputer yang lebih baru menggabungkan tingkat keamana ini. Data yang dikelola oleh DBMS ini harus lebih aman dari pada data dalam perusahaan.



Kelemahan DMS

Kelebihan tersebut tidak disertai dengan biaya. Keputusan untuk menggunakan DBMS mengharuskan perusahaan atau pamakai untuk:

* Mendapatkan software yang mahal. DBMS mainframe masih mahal. DBMS mikrokomputer akan tidak mahal jika dibandingakan dengan versi mainframe. Harganya dapat sama dengan pembiayaan pokok dari suatu organisasi kecil.
* Mendapatkan konfigurasi hardware yang besar. DBMS bisanya membutuhkan kapasitas penyimpanan priner dan sekunder yang lebih besar dari pada yang dibutuhkan program aplikasi. Juga, kemudahan dalam pemanggilan informasi dengan DBMS akan mendorong adanya pencantuman terminal pemakai yang lebih banyak dalam konfigurasi dari pada kebutuhan yang lain.
* Mempekerjakan dan menggaji staff DBA. Kelemahan ini kurang bisa diterapkan terhadap pemakai mikrokomputer, sebab DBMS mempunyai sifat user-friendly (kemudahan dalam penggunaan).

Kepopuleran DBMS dalam berbagai organisasi segala ukuran menunjukkan bahwa pemakai merasakan keuntungan atau kelebihannya dapat mengalahkan biaya yang dikeluarkan untuk membelinya.



Kesimpulan

Data disusun ke dalam file, tiap file berisi record, dan tiap record berisi elemen data. Hirarki ini berada dalam database ketika perusahaan menerapkan konsep database. Manajemen data merupakan subset dari manajemen informasi, yang menjalankan fungsi pengumpulan data, verifikasi, penyimpanan, pengamanan, pengorganisasian, dan pemanggilan.

Database perusahaan dan perpustakaan software dipelihara dalam penyimpanan sekunder, dan isinya dapat dipanggil jika dibutuhkan. Peralatan penyimpanan sekunder ada 2 jenis, yaitu akses berurutan (sequential) dan langsung. Tape magnetis adalah contoh dari penyimpana sequential.

Mainframe dan mikrokomputer menggunakan hardisk yang dipasang secara permanen. Mikrokomputer menggunakan disket maupun hard disk yang dipasang secara permanent. Laser disk (disk laser) sekarang digunakan untuk mengganti tape magnetis untuk penyimpan historis. Jika konfigurasi computer disertai dengan penyimpanan sequential, maka hanya dapat memproses data secara batch.

GE menggunakan penghubung untuk memadukan beberapa file secara logic, hal ini merupakan contoh pertama dari konsep database. Perpaduan logic dapat dicapai secara eksplisit dalam struktur hirarkis atau struktur jaringan, dan secara implicit dalam struktur relasional. Semua DBMS mempunyai DLL dan databse manager, namun versi mikro biasanya tidak menyertakan pemroses statitik penampilan atau modul backup/recovery.

DB 2 adalah salah satu contoh database relasional yang secara logic menyusun data ke dalam table. Table diciptakan, dimodifikasi, dan dihapus dengan menggunakan DDL. Data secara selektif dapat dipanggil dari satu table atau lebih dengan menggunakan SQL.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar